Puluhan Warga Tertipu SK Palsu Rekrutmen ASN, Seorang Korban Datang ke Kantor Bupati Gresik Pakai Seragam

Oplus_131072

Gresik klikdata.id — Puluhan warga diduga menjadi korban penipuan rekrutmen aparatur sipil negara (ASN) dengan modus surat keputusan (SK) palsu di lingkungan Kabupaten Gresik. Kasus ini terungkap setelah salah satu korban nekat datang ke Kantor Bupati dengan mengenakan seragam ASN lengkap.

Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (6/4/2026) pagi. Seorang perempuan berinisial SE mendatangi kantor bupati untuk menjalani proses awal sebagai pegawai. Ia mengaku telah resmi diangkat sebagai ASN dan menunjukkan SK pengangkatan yang dimilikinya.

Namun, kedatangannya justru memicu kecurigaan petugas. Kejanggalan muncul saat SE menyebut dirinya ditempatkan di Bagian Humas, padahal struktur organisasi di lingkungan Pemkab Gresik sudah tidak lagi menggunakan nomenklatur tersebut.

Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim), Imam Basuki, menjelaskan bahwa Bagian Humas telah lama berganti menjadi Bagian Prokopim.

“Awalnya saya kira ada PNS mutasi. Tapi dia bilang ditempatkan di Bagian Humas, padahal sudah tidak ada,” ujarnya.

Pemeriksaan lebih lanjut terhadap dokumen yang dibawa SE menguatkan dugaan penipuan. Meski tampak meyakinkan dan telah dilegalisir, ditemukan perbedaan mencolok pada tanda tangan pejabat yang tercantum dalam SK.

“Namanya benar, tapi tanda tangannya berbeda jauh. Ini jelas indikasi pemalsuan,” tambahnya.

SE akhirnya menyadari dirinya menjadi korban penipuan. Dari pengakuannya, terdapat belasan orang lain yang diduga mengalami hal serupa. Mereka bahkan dijadwalkan mulai bekerja di sejumlah instansi pada hari yang sama.

Pemerintah Kabupaten Gresik saat ini tengah melakukan penelusuran untuk mengungkap pihak yang bertanggung jawab. Dugaan sementara mengarah pada adanya jaringan terorganisir di balik peredaran SK palsu tersebut.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Gresik, Agung Endro Dwi Setyo Utomo, menegaskan pihaknya masih melakukan pendalaman.

“Kami masih menelusuri asal-usul dokumen dan pihak yang terlibat,” ujarnya.

Pemkab Gresik mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada tawaran menjadi ASN melalui jalur tidak resmi. Seluruh proses rekrutmen ASN dilakukan secara terbuka dan tidak dipungut biaya.#Pbm01

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *