Lansia 87 tahun tewas bersimbah darah di tangan anak kandungnya sendiri

Muara Enim klikdata.id – Palahiyah (87) seorang lansia di kecamatan Gelumbang ini meregang nyawa dihabisi oleh anak perempuan kandungnya sendiri,tidak hanya itu saja, cucu yang selama ini juga tinggal bersamanya juga ikut serta menutupi kasus pembunuhan tersebut dengan membuang mayat korban kedalam hutan hingga membusuk,Kamis,(7/5/2026).

 

Terkuaknya kasus pembunuhan tersebut bermula saat cucu korban tersebut berpura-pura melapor ke Polsek Gelumbang bahwa neneknya hilang dari rumah, setelah dilakukan pencarian,akhirnya jasad korban ditemukan 300 meter di dalam hutan yang ada di belakang rumah korban dalam keadaan telah membusuk.

Jasad korbanpun kemudian di lakukan otopsi dan dari hasil otopsi itulah akhirnya terkuat beberapa kejanggalan-kejanggalan yang akhirnya disimpulkan oleh pihak kepolisian bahwa korban diduga merupakan korban pembunuhan.

Dari hasil penyelidikan polisi akhirnya terungkap pelaku pembunuhan lansia tersebut diduga dilakukan oleh dua orang dengan peran yang berbeda.

Adapun pelaku yakni anak perempuan kandungnya sendiri berinisia N alias E (47) yang berperan sebagai pelaku pembunuhan dan juga M.I.M alias Y yang tak lain adalah cucu kandung korban sendiri yang berperan menutupi peristiwa pembunuhan tersebut sekaligus yang membawa jasad korban untuk di buang di hutan sekitar 300 meter dari belakang rumah korban.

Dari keterangan pelaku dihadapan penyidik motif pelaku nekat melakukan perbuatan tersebut di sebabkan rasa dendam terhadap korban yang tak lain adalah ibunya sendiri karena sejak kecil sering di marahi dan di caci maki.

Puncak kekesalan pelaku terjadi pada tanggal 12 April 2026 dimana saat itu kedua pelaku sedang makan, namun tiba-tiba pelaku dimarahi oleh korban dikarenakan tidak mau disuruh mencari kayu bakar, dan korbanpun menendang gelas air minum milik pelaku,melihat hal itu emosi pelakupun memuncak, dan terjadilah cekcok mulut antara keduanya, pelaku sempat memukul kepala korban dengan tangan kosong namun di lerai oleh cucu korban yang berinisial M.I.M alias Y. Akhirnya keduanyapun diam dan duduk di kursi.

Pelaku Y pun mandi, namun tiba-tiba pelaku Y mendengar suara pukulan keras dan juga teriakan seseorang, iapun bergegas keluar dan betapa syoknya ia saat melihat neneknya tersebut tewas bersimbah darah,sementara pelaku N terlihat hanya terdiam.

Pada malam harinya Pelaku Y pun kemudian berinisiatif untuk menyembunyikan peristiwa tersebut dengan membawa jasad korban dan membuangnya kedalam hutan yang berjarak sekitar 300 meter dari belakang rumah korban,untuk memunculkan alibi bahwa korban tewas didalam hutan, kedua pelaku juga sempat membersihkan alat bukti sehingga seolah-olah di rumah tersebut tidak terjadi apa-apa.

Keesokan harinya,pelaku Ypun melapor ke Polsek Gelumbang terkait neneknya yang hilang dan di lakukan pencarian hingga terungkapnya kasus tersebut.

Wakapolres Muaraenim,Kompol Toni Arman didampingi Kasat Reskrim,AKP M Andrian dan juga Kapolsek Gelumbang,Iptu Putu Surya membenarkan adanya peristiwa tersebut.

” Pelaku mengaku peristiwa tersebut di lakukan secara spontanitas karena kesal dengan pelaku yang kerap memarahinya bahkan mencaci makinya sejak kecil, jadi dendam itu ia pendam dan puncaknya hari itu,saat ia sedang makan,dan korban memarahinya,hingga terjadilah peristiwa pembunuhan tersebut,”katanya.

Dikatanya awalnya kedua pelaku sempat berkelit dan mengelak sebagai pelaku.

” Namun dari temuan-temuan kita, dari kejanggalan-kejanggalan yang ada, dan dari saksi kunci yang kita temukan, akhirnya keduanyapun tidak bisa mengelak lagi dan akhirnya mengakui perbuatannya dan berhasil kita amankan, dan saat ini masih dalam pemeriksaan petugas,”katanya.#Me01

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *