Prabumulih, klikdata.id – PT Pertamina EP (PEP) Prabumulih Field menuntaskan proyek perubahan pola operasi penyaluran gas dari Struktur Tundan, Prabumulih Barat, dan Gunung Kemala menuju LPG Plant Limau Timur.
Penyaluran perdana gas dari ketiga struktur tersebut merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) dalam roadmap swasembada energi, khususnya sektor migas dan LPG. Proyek ini bertujuan memperkuat pasokan bahan baku LPG domestik dan mendukung ketahanan energi nasional.
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengapresiasi langkah Pertamina EP yang dinilai strategis bagi kepentingan nasional. Sementara itu, General Manager Zona 4 Pertamina EP, Djudjuwanto, menegaskan proyek ini menjadi bukti komitmen Pertamina dalam menjaga ketersediaan energi dalam negeri.
“Penyaluran perdana gas dari Struktur Tundan, Prabumulih Barat, dan Gunung Kemala ke LPG Plant Limau Timur adalah wujud nyata komitmen Pertamina dalam memastikan energi dalam negeri tersedia dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat”. ujar Djudjuwanto.
Menurutnya, perubahan pola operasi penyaluran gas dilakukan untuk menjaga keandalan produksi dan stabilitas sistem. Struktur Gunung Kemala menjadi kontributor utama produksi gas, didukung Struktur Tundan dan Prabumulih Barat secara terintegrasi.
Optimalisasi ini berhasil meningkatkan produksi LPG dari 55 metrik ton per hari (MTD) menjadi 85 MTD, serta kondensat dari 200 barel minyak per hari (BOPD) menjadi 350 BOPD tanpa pengeboran sumur baru. Produksi LPG bahkan masih berpotensi ditingkatkan hingga 100 MTD.
Seluruh kegiatan dilaksanakan dengan mengedepankan aspek keselamatan kerja, keandalan operasi, dan perlindungan lingkungan, serta berkoordinasi dengan SKK Migas dan pemangku kepentingan terkait.#Pbm01













